top of page
Search By Tag:
Stay In The Know:

INTAN AGISTI [Berdamai Dengan Perubahan]

  • Oct 2, 2017
  • 3 min read

Intan Agisti, Photographer

Bekerja tanpa terikat jam kantor dan tetap bisa mengurus anak tentu menjadi impian semua ibu. Tak terkecuali bagi Intan Agisti (28), seorang ibu beranak satu yang memilih bekerja sebagai freelance photographer supaya kewajiban utamanya mengurus anak tidak terbengkalai. Intan, demikian ia disapa, telah menekuni pekerjaan sampingan ini sejak masih kuliah. “Awalnya iseng aja ikut organisasi fotografi di kampus buat nambah pengalaman dan networking. Eh, lama-lama keasikan,”ungkap Intan saat ditanya awal mula ia menggeluti dunia fotografi.


Saat kuliah, kebanyakan teman-teman perempuannya lebih suka tampil di depan kamera. Sedangkan, Intan justru lebih asyik berada di belakang kamera, membuat aneka project dan konsep kreatif, dan bangga ketika karya fotonya terpampang dalam suatu pameran. Intan pernah membuat project pameran fashion photography bersama 3 orang temannya, dengan tema Artificial Ego. Ia juga pernah mendokumentasikan Grebeg Dal Yogyakarta yang hanya diselenggarakan 8 tahun sekali, dan kemudian karyanya dipamerkan bersama karya fotografer lainnya di Bentara Budaya Yogyakarta.


“Pameran di Bentara Budaya menurut saya adalah pameran yang paling keren, karena sistim kurasinya ketat dan kita harus arrange pameran dari setahun sebelumnya. Begitu karya-karya kita lolos kurasi dan bisa pameran di Bentara, wah bangga banget rasanya,” kata Intan sambil tertawa. “Kalau pengalaman yang paling berkesan, dulu saya terpilih menjadi salah satu dari 8 orang official photographer SEA Games di Jakarta dan Palembang, dan satu-satunya fotografer cewek. Lumayan dapat free access dan bisa nonton opening SEA Games yang megah banget di Palembang, hehehe…,” lanjutnya.


Lain dulu, lain pula sekarang. Dulu Intan lebih leluasa bekerja non-stop antar-kota. Memotret dari subuh sampai malam, langsung lanjut mengedit foto sampai subuh lagi. Sekarang, keadaan jauh berubah setelah ia hamil dan memiliki anak. Sejak hamil, ia mengakui bahwa ia lebih selektif memilih pekerjaan yang relatif ‘aman’ bagi bayinya. “Sekarang, saya lebih suka ambil job yang jadwalnya jelas, tidak mendadak, dan jangka waktu pengerjaannya tidak terlalu singkat. Saya mikir juga kan, siapa nanti yang harus jaga anak saya kalau saya kelamaan motret. Untuk saat ini, anak saya masih belum memungkinkan untuk diajak motret soalnya,” terang Intan.


Bagi Intan, keluarga adalah prioritas utama. Ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan kantoran yang gajinya lumayan demi bisa mengurus anaknya sendiri. Namun, tentu saja proses peralihan dari seorang wanita karir menjadi ibu rumah tangga biasa memiliki dampak yang tak sederhana. Intan mengakui bahwa dirinya sempat mengalami kondisi semacam post-power syndrome. Ia yang tadinya mandiri, berpenghasilan, bebas beraktivitas, tiba-tiba harus mengurus anak 24 jam, tidak bisa bepergian dengan leluasa, hingga harus mengurangi pembelanjaan pribadi yang tidak perlu demi membeli aneka kebutuhan bayi. “Wah, dulu lumayan sering berantem sama suami gara-gara urusan sepele. Untung suami saya sabar dan pengertian banget, jadi dia emang lebih sering ngalah biar urusannya cepet kelar, hehehe…,” candanya. Mau tidak mau, ia harus berdamai dengan segala perubahan dalam kehidupannya. Ia selalu berusaha mensinergikan antara kewajibannya dalam keluarga dengan kesenangan pribadinya di dunia fotografi.


Akhirnya, Intan sementara ini berkomitmen untuk fokus mengurus anak hingga usia anaknya 2 tahun, sambil tetap bekerja sebagai fotografer lepas. Bagi Intan, fotografi telah memberi banyak warna dalam kehidupannya. Ia dapat mengabadikan segala momen berharga dalam kehidupannya, serta belajar banyak hal dari subjek foto sekaligus kliennya. “Jadi, walau saya sempat vakum motret lama demi mengurus keluarga, pasti ujung-ujungnya balik motret lagi, Ya begitulah, passion will find a way,” katanya. Ia melanjutkan, “Selain itu, saya tetap bisa fleksibel ngurus anak dan suami. Untung banyak dong saya, hehehe…”


Saat ini Intan berdomisili di Yogyakarta. Jika tertarik untuk menghubungi, silakan mengirim email ke intanagistins@yahoo.co.id. Untuk portfolio, bisa dilihat di www.behance.net/intanagistins. LinkedIn username: Intan Agisti.

Berikut adalah beberapa photo hasil bidikan Intan:

Comments


bottom of page